Language:
Berita
Kamis, 24 Maret 2011 10:49
Pemerintah Didesak Prioritaskan Air

Saat ini hanya sekitar 50% keluarga Indonesia yang memiliki akses terhadap air bersih seperti termuat dalam laporan terakhir Tujuan Pembangunan Milenium terbitan Bappenas.
Muhamad Reza dari Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air Kruha menjelaskan lebih dari separuh penduduk Indonesia tidak memiliki akses air bersih, padahal air merupakan hak masyarakat.Reza mengatakan selama ini pemerintah tidak memberikan prioritas terhadap sektor pembangunan sumber daya air."Indonesia telah menandatangani resolusi PBB yang menyatakan bahwa air dan sanitasi adalah hak asai, harusnya ada kebijakan kongkret di tingkat nasional minimal dalam satu atau dua tahun membuat laporan pencapaiannya," katanya."Sekarang undang-undang sumber daya air sangat tidak mencukupi karena tidak ada aturan pelaksananya karena memang awalnya didorong oleh Bank Duia yang prinsipnya menjadikan air sebagai barang ekonomi jadi seolah-olah pemerintah Indonesia tak berkepentingan," tuturnya.

Reza menambahkan bebrapa pulau di Indonesia sudah mengalami krisis air.Menurut Reza krisis air bersih terjadi di Jawa karena faktor urbanisasi dan menyurutnya daerah resapan dan tangkapan air. Sementara itu, sumber air tanah dan sungai yang selama ini digunakan oleh masyarakat banyak yang tercemar.Sedangkan sumber air dari perpipaan sangat minim. Sampai saat ini di seluruh wilayah Indonesia hanya memiliki delapan juta sambungan rumah tangga.

Beli air
"Kalau penghasilan misalnya Rp 20.000 untuk beli air saja Rp 10.000 belum anak sekolah, jadi agak bingung juga" tutur Siti Komariah.
Tetapi di sebagian wilayah kualitas airnya keruh dan bahkan sering tidak mengalir seperti yang berhasil dipantau BBC di kawasan Muara Baru, Penjaringan Jakarta Utara. Warga di sini terpaksa harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan mereka. Siti Komariah warga Muara Baru mengatakan, "Kalau kita sendiri untuk mencukupi kebutuhan air kebetulan sebelah rumah kita ini ada air sumur untuk bantu-bantu seperti untuk mandi, cuci piring dan cuci baju."
"Untuk keperluan dapur, minum, mandi kita beli pikulan per hari beli tiga pikul dengan harga satu pikul Rp 2.000," tambahnya."Kalau penghasilan misalnya Rp 20.000 untuk beli air saja Rp 10.000 belum anak sekolah, jadi agak bingung juga," lanjutnya.

Sementara itu menyikapi hari air sedunia, Menteri Pekerjaaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan pemerintah menargetkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih secara merata di Indonesia sampai 2025.

http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2011/03/110322_waterdayjakarta.shtml


« Back to archive Berita | | |
Berita Linked
List Comment
Comment
Name :
Email :
Website :
Title Comment :
Comment :
Code :
Letter code above the input fields bellow
 
Minggu, 20 Maret 2011 13:51
Kemelut Sumberdaya Air; Menggugat Privatisasi Air di Indonesia

Kitab  ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk  mengingatkan...


Minggu, 20 Maret 2011 12:56
Air Sebagai Layanan Publik

Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...



© 2011 copyright Kruha.org
Best viewed Mozilla, Opera, Google Chrome
All Rights Reserved. Powered by oneTechno