
PATI, KOMPAS - Penolakan masyarakat Kecamatan Tambakromo, Kayen, dan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terhadap rencana pendirian pabrik semen terus berlanjut. Mereka berkomitmen mempertahankan kelestarian lingkungan hidup di Pegunungan Kendeng Utara itu demi generasi mendatang dari ancaman kerusakan lingkungan.
Perwakilan Gabungan Pemuda Ngerang (Gamurang), Agus Jatmiko, Minggu (27/3) di Pati, mengatakan, Pegunungan Kendeng Utara yang kaya bahan baku semen menjadi incaran perusahaan-perusahaan besar. Sebelumnya, PT Semen Gresik mengincar kawasan Sukolilo, dan kini PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) sedang menjajaki kawasan Tambakromo.”Pegunungan Kendeng Utara sangat berarti bagi kami karena merupakan sumber air bagi masyarakat dan pertanian. Untuk itu, kami akan selalu menolak pembangunan pabrik semen,” kata Agus.
Berdasarkan data yang dihimpun Gamurang, Pegunungan Kendeng di kawasan Tambakromo memiliki 15 sumber air yang terlihat di permukaan. Adapun sumber-sumber air yang masih di dalam tanah akan didata dengan melibatkan akademisi.
Rencananya, PT SMS akan berinvestasi membangun pabrik semen senilai Rp 5 triliun. Lebih kurang ada 14 desa di Kecamatan Tambakromo bakal menjadi area penambangan.
Sabtu lalu, konsultan PT SMS yang akan membuat analisis dampak lingkungan (amdal) diusir warga Kecamatan Tambakromo. Melihat massa yang cukup banyak, tim konsultan yang baru beberapa menit mewawancarai dua keluarga itu meninggalkan desa.
Tokoh masyarakat Desa Ngerang, Karsono (45), meminta Pemkab Pati lebih berpihak kepada masyarakat, khususnya petani dan lingkungan hidup. Pasalnya, selama ini pemerintah lebih mengedepankan investasi dan cenderung mengorbankan lingkungan hidup.
”Kalau Pegunungan Kendeng Utara di daerah kami ditambang, hal itu akan berdampak sangat luas. Selain sumber air akan semakin mengecil, banjir di daerah hulu akan semakin parah,” kata Karsono.
Sebelumnya, masyarakat Kecamatan Sukolilo terus-menerus menolak rencana pendirian pabrik semen senilai Rp 3 miliar oleh PT Semen Gresik. Akhirnya, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menunda pembangunan pabrik semen itu dalam jangka waktu tak terbatas sehingga investor beralih ke Kabupaten Rembang. (HEN)
Minggu, 20 Maret 2011 13:51Kitab ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk mengingatkan...
Minggu, 20 Maret 2011 12:56Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...
“Sekarang air di daerah...
Sabtu, 07 Mei 2011 12:10 Minggu, 20 Maret 2011 11:23 Dalam rangka memperingati...
Italia; Referendum adalah masalah demokrasi
Diskusi Air Perkotaan dan Permasalahannya
Setiap tanggal 22 Maret,...
Suka atau tidak suka,...
Sebagai bagian untuk...
Sebagai bagian dari upaya untuk menolak praktek-praktek privatisasi air khususnya di...