
Sragen (Solopos.com)–Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen merugi Rp 700 juta lantaran target rencana kerja angaran perusahaan (RKAP) selama triwulan pertama tidak tercapai.
Kerugian PDAM itu berdampak pada batalnya pembangunan instalasi penjernihan air di beberapa tempat. Penegasan itu disampaikan Direktur Utama PDAM Sragen, Aris Wahyudi saat jumpa pers dengan wartawan di sebuah rumah makan di Sragen, Rabu (27/4/2011).
Menurut dia, target RKAP triwulan pertama untuk pola konsumsi antara 17-19 m3 per bulan. Namun, dalam realisasinya, kata dia, pola komsumsi masyarakat hanya tercapai 13-15 m3 per bulan. “Demikian pula capaian sambungan rumah juga tidak memenuhi target yang direncanakan. Realiasi capaian sambungan rumah selama triwulan pertama hanya sebanyak 350 unit. Padahal, targetnya mencapai 600 unit sambungan rumah. Akibat tidak tercapainya target itulah PDAM merugi Rp 700 juta,” tukasnya.
Minggu, 20 Maret 2011 13:51Kitab ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk mengingatkan...
Minggu, 20 Maret 2011 12:56Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...
“Sekarang air di daerah...
Sabtu, 07 Mei 2011 12:10 Minggu, 20 Maret 2011 11:23 Dalam rangka memperingati...
Italia; Referendum adalah masalah demokrasi
Diskusi Air Perkotaan dan Permasalahannya
Setiap tanggal 22 Maret,...
Suka atau tidak suka,...
Sebagai bagian untuk...
Sebagai bagian dari upaya untuk menolak praktek-praktek privatisasi air khususnya di...