
JAKARTA, KOMPAS.com - Lebih dari 1.300 karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya yang ditempatkan di mitra operator melakukan aksi mogok kerja, Senin (25/4/2011). Mereka merasa dijadikan sapi perahan karena tidak mendapat penghargaan setimpal.Aksi mogok kerja ini berlangsung dua hari, yakni kemarin dan hari ini, Selasa (26/4/2011). Selain mogok kerja, mereka juga akan berunjuk rasa ke Central Senayan. Mereka menuntut kenaikan gaji pokok yang sejak tahun 2003 tidak pernah terjadi.
”Gaji pokok kami tidak pernah naik. Tahun ini Direktur Utama PDAM sudah mengeluarkan surat keputusan gaji naik 50 persen. Pada praktiknya tidak demikian,” kata Simon Hutasoit, Ketua Serikat Pekerja PDAM, Senin.
Kenyataannya, gaji pokok karyawan hanya naik 10 persen dan ada tunjangan yang dihapus sehingga total penerimaan sama saja.
Simon mencontohkan, karyawan dengan masa kerja 24 tahun hanya mendapat gaji Rp 4,4 juta. Perusahaan juga memberikan bonus tahunan individu Rp 230.000 dan bonus kinerja perusahaan Rp 408.000.
Meyritha Maryanie, Corporate Communications and Social Responsibilities Head PAM Lyonnaise Jaya, yang menjadi mitra operator PDAM, mengatakan, ”Kami belum bisa mengabulkan sebesar itu karena berkaitan dengan aliran kas yang besar. Tidak hanya untuk gaji, tetapi kami juga harus menyetor uang yang besar untuk dana pensiun,” kata Meyritha. (ARN)
Minggu, 20 Maret 2011 13:51Kitab ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk mengingatkan...
Minggu, 20 Maret 2011 12:56Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...
“Sekarang air di daerah...
Sabtu, 07 Mei 2011 12:10 Minggu, 20 Maret 2011 11:23 Dalam rangka memperingati...
Italia; Referendum adalah masalah demokrasi
Diskusi Air Perkotaan dan Permasalahannya
Setiap tanggal 22 Maret,...
Suka atau tidak suka,...
Sebagai bagian untuk...
Sebagai bagian dari upaya untuk menolak praktek-praktek privatisasi air khususnya di...