
PATI--MICOM: Warga di Pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati, Jawa Tengah kecewa dan menyatakan PT Sahabat Mulya Sejati (SMS), anak perusahaan PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk, investor yang akan mengeksploitasi pegunungan Kendeng untuk pabrik semen telah berbohong dengan mencatut nama Universitas Gajah Mada UGM) Yogyakarta dalam pembuatan amdal.
Keterangan dihimpun Media Indonesia di Pati, Minggu (8/5) warga di pegunungan Kendeng, Pati mengaku kecewa atas kebohongan yang dilakukan oleh PT Sahabat Mulya Sejati (SMS), perusahaan anak PT Indocement Tunggal Perkasa, investor yang akan mengeksploitasi peegunungan Kendeng untuk pendirian pabrik semen tersebut, karena UGM ternyata tidak pernah dilibatkan dalam pembuatan amdal bagi perusahan tersebut di pegunungan Kendeng Utara.
"Saya pada Sabtu (7/5) bersama 10 orang perwakilan warga dari masyarakat di pegunungan Kendeng, Kecamatan Tambakromo, Pati ke UGM untuk menanyakan masalah keterlibatan universitas tersebut dalam pembuatan amdal paabrik semen," kata Sopan,53, warga Desa Karangawen, Kecamatan Tambakromo, Pati.
Bersama sepuluha warga, demikian Sopan, rombongan dari perwakilan warga ini diterima langsung oleh Ketua Pusat Study Lingkungan Hidup (PSLH) UGM Hari Kusnarto dan empat stafnya, dari UGM tersebut diperoleh keterangan bahwa pihak PSLH UGM tidak pernah terlibat atau dilibatkan dalam studi pembuatan amdal pembangunan pabrik semen di pegunungan Kendeng oleh PT SMS atas nama PT Indocement, sebagai induk perusahaan.
Menurut pihak PSLH UGM saat masih dipimpin Eko Sugiarto, ujar Sopan, memang pernah didatangi oleh pihak Indocement, namun sejauh ini belum ada kesepakatan ataau studi tentang pembuatan amdal tersebut. Karena itu, warga sangat kecewa dan mengutuk pihak PT SMS telah melakukan kebohongan selama ini dengan mencatut nama UGM.
Sementara itu Eko Sugiarto, mantan Ketua Pihak PSLH UGM mengatakan UGM merasa perlu melakukan pertemuan dengan perwakilan warga masyarakat Kendeng dalam rangka merespon pemberitaan media massa terkait pernyataan direktur PT SMS Alexander Frans yang selalu membawa-bawa nama kampusnya (UGM) dalam setiap pernyataan di media massa.
"Kami memang pernah didatangi oleh pihak Indocement dan diminta terlibat, tetapi sejak awal kami menolak jadi pihak PT SMS yang menyatakan bahwa ada UGM di proyek pembangunan pabrik semen di Kendeng adalah bohong dan UGM tidak pernah terlibat," kata Eko Sugiarto.
Mengetahui kebohongan tersebut yang dilakukan oleh PT SMS, perwakilan warga juga berniat mendatangi perguruan tinggi lainnya yakni Undip Semarang, UPN Yogyakarta dan universitas Satya Wacana Salatiga yang selama ini dibawa-bawa untuk mengesahkan langkah PT SMS dalam rencananya membangun pabrik semen di pegunungan Kendeng Utara.
"Kami akan datangi seluruh perguruan tinggi yang pernah disebut, karena di UGM terbukti mereka telah bohong," kata Sopan. (AS/OL-2) 
Ahamad Sapuan; http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/09/224499/289/101/UGM-tidak-Terlibat-Amdal-di-Pegunungan-Kendeng-
Minggu, 20 Maret 2011 13:51Kitab ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk mengingatkan...
Minggu, 20 Maret 2011 12:56Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...
“Sekarang air di daerah...
Sabtu, 07 Mei 2011 12:10 Minggu, 20 Maret 2011 11:23 Dalam rangka memperingati...
Italia; Referendum adalah masalah demokrasi
Diskusi Air Perkotaan dan Permasalahannya
Setiap tanggal 22 Maret,...
Suka atau tidak suka,...
Sebagai bagian untuk...
Sebagai bagian dari upaya untuk menolak praktek-praktek privatisasi air khususnya di...