Language:
Berita
Kamis, 27 Oktober 2011 13:15
Bencana Kekeringan Terencana

Bencana kekeringan yang setiap tahun melanda di sejumlah daerah di Indonesia dinilai Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHa) sebagai bencana terencana.

Hamong Santono, Koordinator KRuHa mengatakan terencana yang dimaksud karena tiap tahun terjadi dan tidak ada upaya konkrit untuk menyelesaikannya. “Setiap musim kemarau curah hujan berkurang dan tidak ada solusinya.Salah satu persoalannya adalah  tata kelola sumber daya energi Indonesia. Kementerian yang memiliki wewenang untuk mengolah sumber daya air tidak dalam koordinasi yang baik,” kata Hamong.
Negara ini, tambah Hamong,  tidak pernah melakukan upaya konkrit. Padahal pasal 33 ayat UUD 1945 yang menjadi landasan audit air tidak hanya melihat dari seberapa besar kesediaan air, tetapi dilihat juga dari kebijakannya, konstitusi dan regulasinya seperti apa. “Kalau kejadian tiap tahun kekeringan, maka ini sangat penting dilakukan dan sangat mendesak. Di sisi lain ada Dewan Sumberdaya Air Nasional yang tidak melakukan apapun yg cukup signifikan untuk membenahi persoalan air di Indonesia,” tandasnya.

Dari catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun, telah terjadi lebih dari 300 kali kekeringan di Jawa Tengah, di Jawa Barat sebanyak lebih dari 278 kali dan Jawa Timur lebih dari 156 kali. Dari catatan itu menandakan lokasi yang sama setiap tahun.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Juru bicara BNPB, di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara tahun 1995 sudah defisit air pada musim kemarau. “Ini tantangan semakin berat karena ada perubahan iklim dan laju deforestasi yang semakin tinggi menyebabkan persediaan air menipis dan juga bertambahnya jumlah penduduk,” kata Sutopo.

Dalam penanganannya BNPB, tambah Sutopo, melakukan koordinasi, komando dan pelaksana dalam krisis air di Pulau Jawa tanggung jawabnya masih di Kementrian Pekerjaan Umum.

“Untuk jangka panjang kita harus menampung air hujan yang banyak dalam bentuk waduk yang dapat digunakan untuk irigasi, PLTA dan lainnya. Kendalanya adalah dipembebasan lahan, cukup sulit dilakukan sehingga beberapa daerah yang sudah dilakukan studi untuk layak dibangun waduk,” tambahnya.

http://www.greenradio.fm/news/latest/6807-kruha-bencana-kekeringan-terencana


« Back to archive Berita | | |
Berita Linked
List Comment
Comment
Name :
Email :
Website :
Title Comment :
Comment :
Code :
Letter code above the input fields bellow
 
Minggu, 20 Maret 2011 13:51
Kemelut Sumberdaya Air; Menggugat Privatisasi Air di Indonesia

Kitab  ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk  mengingatkan...


Minggu, 20 Maret 2011 12:56
Air Sebagai Layanan Publik

Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...



© 2011 copyright Kruha.org
Best viewed Mozilla, Opera, Google Chrome
All Rights Reserved. Powered by oneTechno